Oleh: wiwikbudiawan | Juni 14, 2010

HFACS (Human Factors Analysis and Classification System)

HFACS. Model ini berasal dari swiss cheese model yang dikembangkan oleh James Reason pada tahun 1990.  Swiss Cheese ModelSwiss Cheese merupakan model dari human error yang terbagi ke dalam empat tingkat kesalahan manusia yang masing-masing tingkatannya saling mempengaruhi.
  1. Unsafe act.Unsafe act merupakan kesalahan yang diakibatkan oleh operator akibat lalai dalam melakukan sebuah tindakan. Misalnya pilot lalai dalam melacak panel instrumen ketika dibutuhkan. Unsafe act merupakan kesalahan yang sifatnya aktif.
  2. Precondition for unsafe act.Merupakan sebuah kondisi yang memacu terjadinya unsafe act seperti kelelahan mental atau buruknya komunikasi antar operator di dalam sebuah sistem. Precondition for unsafe act merupakan kesalahan yang sifatnya laten.
  3. Unsafe supervision. Merupakan penyebab terjadinya precondition for unsafe act. Hal ini diakibatkan buruknya pengelolaan sumber daya. Contoh dari unsafe supervision adalah ketika seorang pilot yang kurang pengalaman ditugaskan untuk menerbangkan pesawat dalam kondisi cuaca buruk. Keadaan tersebut akan menimbulkan potensi kecelakaan. Unsafe supervision merupakan kesalahan yang sifatnya laten.
  4. Organizational Influences.Merupakan tingkatan paling atas dari Swiss Cheese Model yang dapat mempengaruhi semua level dibawahnya. Kesalahan yang termasuk kategori ini adalah adanya kebijakan perusahaan yang kurang baik sehingga menimbulkan potensi kecelakaan. Sifat dari kesalahan tingkat ini adalah laten.

HFACS sudah dimanfaatkan di berbagai bidang dinilai sederhana dan konsisten dalam menganalisa suatu kejadian kecelakaan. Beberapa penerapan atau modifikasi HFACS antara lain HFACS-ATC (Air Traffic Control) yang digunakan pada pengendali lalu lintas penerbangan (Scarborough & Pounds, 2001 dalam Reinach & Viale, 2006), CF-HFACS (Canadian Armed Forces) yang digunakan pada operasi militer (Wiegmann & Shappell, 2003), dan HFACS-RR (rail road) yang digunakan di dunia perkeretaapian (Reinach & Viale, 2006 dan Iridiastadi & Budiawan, 2011)


Tanggapan

  1. Beda hasil wik antara HFACS Wiegmann 2007 untuk penelitian di US. Kalo Indonesia lebih ke arah operator, organisasi dan supervision. Sementara di US hasilnya ke arah operator dan preconditions for unsafe actsnya.

    • Pasti beda jams…kmaren ajah aku cuma make Fault Tree membuktikan 62,07% penyebabnya pure human error yang bersumber dari pelanggaran prosedur…

      Klo mau ntar aku kasih paper yang akan aku publish…hehehe

  2. Salam… kami adalah Forces satu-satunya lembaga keilmiahan di Bogor Agricultural University (IPB)… Salam silaturahmi dari kami.. jika ada waktu berkunjung dan berbagilah di weg site kami….

  3. [...] Reinach & Viale (2006), salah satu keunggulan dari HFACS adalah sifatnya yang general sehingga dapat dimanfaatkan di sistem lain selain pesawat terbang. [...]

  4. Sebenernya yg aku kerjain ada di bagian kecil HFACS. Mumpung ada kesempatan, Aku usahain, siapa tau bisa keluar HFACS-KAI…

    • Wah kabar yang sangat menggembirakan nih bu…amiiin, lebih baik tetap pakai nama HFACS-IR bu, agar penelitiannya buka sesuatu jalur yang terpisah…dikembangkan terus…he3


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.