Oleh: wiwikbudiawan | Desember 27, 2011

Formal Concept Analysis (FCA)

Formal Concept Analysis atau biasa disingkat dengan nama FCA merupakan hal baru yang coba ingin saya pelajari. Motivasi ingin belaja FCA adalah ingin meneruskan penelitian saya di bidang Analisis kecelakaan, khususnya di moda transportasi Kereta Api. FCA meupakan suatu model matematis untuk memahami konsep sistem secara mendalam, atau bisa juga disebut sebagai metode untuk menggambarkan struktur dan analisa data.

Kemampuan dalam menggambarkan struktur dan analisa data ini yang memberikan kesempatan besar FCA dalam menganalisa kecelakaan seperti metode HFACS-RR. Bagaimana konsep sederhana dari FCA tersebut? Misal kita umpamakan adalah konsep sebuah mobil. Baca Lanjutannya…

Oleh: wiwikbudiawan | April 9, 2014

Contoh Onedrive

Oleh: wiwikbudiawan | Maret 8, 2012

Ambisi Harta dan Kedudukan akan Merusak Agamanya

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam bersabda:

“Tidaklah dua ekor serigala lapar yang dilepaskan dalam sekawanan kambing akan menyebabkan daya rusak (bagi kawanan kambing tersebut) yang lebih besar dibanding daya rusak terhadap agama seseorang akibat ambisinya terhadap harta dan kedudukan” (Diriwayatkan dari putra Ka’b bin Malik dari ayahnya, Hadits Shahih, HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Hibban. Lihat Shahih At-Targhib Wat Tarhib no. 1710)

Ibnu Rajab Al-Hambali menjelaskan tentang hadits ini : “Ini sebuah perumpamaan yang agung sekali. Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalaam sebutkan perumpamaan rusaknya agama seorang muslim akibat ambisinya terhadap harta dan kedudukan di dunia. Juga bahwa akibat kerusakan agama yang ditimbulkannya tidak lebih ringan dari hancurnya sekawanan kambing karena serangan dua ekor serigala pemangsa yang lapar di malam hari saat penggembala tidak menjaganya. Kedua serigala itu memangsa kambing tersebut dan memakannya. Seperti diketahui, tidak akan ada yang selamat dari sergapan serigala tersebut dalam kondisi seperti ini kecuali sedikit. Baca Lanjutannya…

Oleh: wiwikbudiawan | Februari 29, 2012

Saatnya Berguru ke Malaysia?

Djwantoro Hardjito, DOSEN TEKNIK SIPIL UK PETRA, SURABAYA;
PERNAH MENGAJAR DI MALAYSIA
Sumber : KOMPAS, 29 Februari 2012
Hari-hari belakangan ini kalangan kampus memiliki topik diskusi hangat: kewajiban publikasi karya ilmiah agar dapat lulus program S-1, S-2, ataupun S-3. Alasan utama di balik keputusan itu adalah minimnya jumlah publikasi dari Indonesia jika dibandingkan dengan negara jiran, Malaysia.
Berdasarkan data Scopus (www.sciencedirect.com) per 9 Februari 2012, tercatat National University of Singapore sebagai universitas dengan jumlah publikasi tertinggi di Singapura (64.991 publikasi), sekaligus ”juara”-nya ASEAN. Mahidol University sebagai yang tertinggi di Thailand (17.414), sementara University of Malaya (16.027) mencatat jumlah publikasi tertinggi di Malaysia. Indonesia? ”Juara”-nya ITB yang mencatatkan angka 2.029 publikasi. Memang lebih tinggi daripada prestasi universitas ”juara” dari Vietnam, Brunei, Laos, ataupun Myanmar, tetapi kalah jauh dibanding ”juara”-nya Malaysia. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.